Berita Untuk Calon Mahasiswa
Penerimaan Mahasiswa Baru Dikaji Ulang, Masuk PTN Ruwet, Yuk, Daftar Legislative Fellows Program ke Amrik!
Penerimaan Mahasiswa Baru Dikaji Ulang
Kementerian
Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengkaji ulang seleksi penerimaan
mahasiswa baru yang dilakukan sendiri oleh beberapa perguruan tinggi.
Hal tersebut untuk memberikan kemudahan semua peserta dalam mengikuti tes masuk
perguruan tinggi. “Review tersebut dilakukan agar seluruh anak Indonesia
dimudahkan untuk mendaftar dan mengikuti tes di perguruan tinggi negeri,” kata
Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal seusai rapat
anggaran dengan Komisi X DPR di Jakarta kemarin.
Kaji ulang dilakukan dengan melihat apakah penerimaan mahasiswa itu dilakukan
secara transparan dan dengan biaya yang mudah dijangkau atau tidak.
Persentase calon mahasiswa yang diterima perguruan tinggi juga akan dikaji.
Fasli mengatakan, beberapa perguruan tinggi besar seperti Universitas Indonesia
(UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menganggap kalau ongkos pendaftaran yang
ditetapkan sudah dengan biaya terjangkau. Namun begitu, Kemendiknas tetap akan
meninjau kembali untung ruginya.
“Dan apakah tujuannya sama dengan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan
tinggi negeri) yang menjangkau seluruh anak Indonesia atau tidak,” tandasnya.
Pengkajian ulang seleksi calon mahasiswa tersebut akan dipimpin langsung oleh
Mendiknas Muhammad Nuh.
Di tempat yang sama Mendiknas Muhammad Nuh membenarkan akan adanya review
terhadap penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi. Rektor UI
Gumilar Rusliwa Somantri membantah seleksi penerimaan mahasiswa yang dilakukan
UI karena alasan pemasukan yang lumayan dari biaya pendaftaran.
“Tidak berkaitan dengan uang, akan tetapi kami mempertimbangkan masyarakat luas
untuk diterima di UI,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Selain melalui seleksi masuk (simak), UI membuka 11 jalur pendaftaran untuk
mempertahankan kualitas mahasiswa. UI juga membuka jalur khusus pemenang
olimpiade sains dan mengundang 800 lulusan terbaik ikut seleksi masuk sehingga
anak-anak dari kota terpencil namun berpotensi bisa ikut terjaring.
sumber: http://kampus.okezone.com/index.php/ReadStory/2010/02/09/65/301706/penerimaan-mahasiswa-baru-dikaji-ulang
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Masuk PTN Ruwet
Pemerintah
akan mengevaluasi kembali otonomi perguruan tinggi dalam hal penerimaan calon
mahasiswa baru. Kajian akan dilakukan secara akademis, sosial, dan ekonomi,
sehingga semua pihak diuntungkan serta mencerminkan prinsip keadilan.
Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh
seusai rapat Laporan Anggaran Kementerian Pendidikan Nasional dengan Komisi X
DPR, Senin (8/2/2010). Keputusan untuk meninjau ulang sistem penerimaan calon
mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) itu dilakukan karena banyaknya keluhan
masyarakat soal banyaknya jalur masuk ke PTN.
Selain membuat bingung calon mahasiswa, banyaknya jalur juga merugikan karena
calon mahasiswa harus berkali-kali membeli formulir yang harganya berkisar Rp
200.000-Rp 850.000 per formulir. Di sisi lain, beberapa jalur masuk PTN
pendaftarannya dibuka sebelum siswa mengikuti ujian nasional (UN) sehingga
konsentrasi siswa terbagi antara mengikuti UN dan mengikuti seleksi masuk PTN.
"Falsafah dasarnya otonomi. PTN diberi keleluasaan dalam penerimaan calon
mahasiswa baru. Tetapi, akan ditinjau apakah otonomi sebebas-bebasnya ini
mengganggu sistem belajar-mengajar atau tidak. Merugikan siswa atau tidak," kata
Mohammad Nuh.
"Jika merugikan, akan ada regulasi yang khusus mengatur penerimaan calon
mahasiswa baru itu," ujarnya.
Mendiknas juga mengakui, banyaknya jalur masuk PTN dengan biaya pendaftaran yang
beragam dikhawatirkan akan mengurangi kesempatan anak dari keluarga yang kurang
mampu untuk membeli formulir seleksi masuk PTN. Sebenarnya, kata Mohammad Nuh,
sudah ada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang dilakukan
secara serentak oleh sejumlah PTN.
"Ide SNMPTN itu supaya ada semangat kebersamaan sesama PTN. Selain itu, juga
supaya calon mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya pendaftaran berkali-kali
untuk seleksi masuk PTN. Dengan SNMPTN, anak cuma perlu mendaftar satu kali dan
bisa memilih PTN mana saja. Itu bagian dari upaya untuk efisiensi dan
optimalisasi," ujarnya.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengingatkan, melalui SNMPTN
setiap anak di mana pun dia berada bisa memilih dan mengikuti seleksi PTN yang
dia minati.
"Dengan sistem penerimaan calon mahasiswa PTN yang bervariasi sekarang, harus
dievaluasi apakah lebih menguntungkan atau menghambat, atau adakah jalan
tengahnya. Kita belum bisa menilai apakah ini benar atau salah," kata Fasli.
sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/09/09450110/Masuk.PTN.Ruwet.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Yuk, Daftar Legislative Fellows Program ke Amrik!
The
United States-Indonesia Society atau Komunitas AS-Indonesia mengajak masyarakat
Indonesia, khususnya para generasi muda, memenuhi undangan The American Council
of Young Political Leaders untuk mengikuti Legislative Fellows Program 2010.
Delegasi Indonesia akan mengikuti program Legislative Fellows Program (LFP)
selama dua minggu. Program tersebut didesain untuk menyediakan kesempatan
mengenal dan mempelajari sistem Pemerintah AS dalam rangka membina hubungan dan
kepemimpinan politik di antara generasi muda AS-Indonesia.
Para delegasi yang berhasil lolos akan mengikuti perjalanan pertamanya ke
Washington DC untuk mengikuti beberapa pertemuan dengan para staf pemerintahan
negara federal setempat. Di sana, para delegasi akan membahas isu-isu lokal dan
pemerintah pusat.
Selama program berlangsung, para anggota delegasi juga akan diberikan kesempatan
untuk saling berbagi pengalaman dengan para delegasi lainnya tentang kebijakan
dan isu-isu terkait lainnya, seperti partisipasi masyarakat, hubungan dengan
dunia internasional, dan topik-topik lain yang telah disiapkan oleh
masing-masing delegasi.
Adapun skema biaya mengikuti program ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak ACYPL
seperti transportasi ke AS serta ongkos-ongkos perjalanan lainnya, akomodasi,
makan, dan acara-acara budaya. Hanya, beberapa pengeluaran lainnya yang bersifat
pribadi, seperti telepon dan laundry, akan ditanggung oleh peserta.
Bagi yang tertarik melamar, LFP diperuntukkan bagi lulusan universitas berusia
antara 25 dan 35 tahun. Lebih lengkap mengenai informasi dan syarat-syarat
pendaftarannya bisa diambil di sini.
Para delegasi akan diseleksi berdasarkan kualifikasinya. Formulir pendaftaran
beserta syarat-syaratnya bisa dikirimkan ke Dana Moore, dmoore@usindo.org,
dengan batas waktu sampai 18 Februari 2010.
sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/08/15102634/Yuk..Daftar.Legislative.Fellows.Program.ke.Amrik..







