L

Lagi-Lagi Demonstrasi

Hari Ini Massa Siap Demo Lagi, Aksi Mahasiswa Berakhir Ricuh, Polri Minta Maaf kepada Masyarakat
03 March 2010


Hindari DPR, Hari Ini Massa Siap Demo Lagi

Sejumlah elemen mahasiswa, aktivis, dan buruh pada Rabu (3/3/2010) kembali akan mengepung Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Namun, jika Rapat Paripurna tentang kasus Bank Century selesai pada Senin malam atau Selasa dini hari, mereka akan berdemo ke sasaran lain, seperti Markas Besar Kepolisian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Kejaksaan Agung.

”Ada kemungkinan kami akan datang ke tempat di luar instansi pemerintah,” kata Gigih Guntoro dari Petisi 28 di Jakarta, Selasa malam.

Elemen massa yang siap mengepung Gedung MPR/DPR/DPD, antara lain, Aliansi Serikat Pekerja Indonesia, organisasi buruh seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN), Front Aksi Mahasiswa, BEM seluruh Indonesia, Gerakan Mahasiswa Satu, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.

Sementara itu, kalangan petani masih berunding akan berunjuk rasa atau tidak. ”Kami lihat perkembangan dulu sebab kami kecewa, petani, buruh, dan mahasiswa maunya demo tertib, tetapi malah rusuh,” kata Ferry Juliantono, Ketua Umum Dewan Tani Indonesia.

Joko Haryono, koordinator lapangan SPN Pusat, secara terpisah, menyatakan, kaum buruh pasti turun lagi karena, selain menginginkan adanya perubahan nasib, mereka juga ingin melihat perampok uang negara diadili.

”Begitu banyak perusahaan bangkrut, membuat gaji dan hak lain puluhan ribu buruh tak terbayar, tetapi belum pernah pemerintah melakukan bail out. Eh, untuk Bank Century mereka mengeluarkan uang triliunan rupiah,” ujar Joko.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aksi Mahasiswa Berakhir Ricuh

Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (2/3/2010), berakhir ricuh.

Kericuhan bermula saat polisi mengamankan seorang demonstran yang hendak membakar foto Presiden SBY. Empat demonstran yang mencoba membantu rekannya ikut diamankan.

"Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Saat mahasiswa membakar ban, kami masih berupaya memberikan toleransi. Namun, ketika salah seorang mahasiswa hendak membakar foto Presiden, dengan cepat anggota berpakaian preman langsung merespons dan mengamankan mahasiswa itu," ungkap Wakapoltabes Samarinda Ajun Komisaris Besar Mahendra Jaya.

"Namun, kami tetap menjalankan tugas sesuai protap dalam melakukan pengamanan pada aksi unjuk rasa tersebut," kata Mahendra Jaya.

Selain mengamankan kelima mahasiswa tersebut, polisi juga menyita foto Presiden SBY yang nyaris dibakar.

"Mereka (mahasiswa) hanya kami mintai keterangan untuk mengetahui penyebab terjadinya kericuhan itu. Jadi, mereka bukan ditahan, tetapi hanya dimintai keterangan," kata Wakapoltabes Samarinda itu.

Mahendra Jaya mengungkapkan, aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kaltim itu awalnya berjalan damai.

"Saat mereka menyampaikan akan menggelar aksi unjuk rasa sehari sebelumnya, kami telah mengingatkan agar tidak membakar ban. Bahkan, kami tetap memberi toleransi ketika mereka melakukan aksi bakar ban. Namun, aksi mereka yang akan membakar simbol negara itulah yang memicu kami (polisi) melakukan tindakan pengamanan," ujar Mahendra Jaya.

Terkait indikasi tindak kekerasan yang dilakukan polisi terhadap mahasiswa, Wakapoltabes Samarinda itu mengaku akan melakukan penyelidikan.

"Jika terbukti ada anggota saya yang melakukan tindakan yang tidak sesuai protap, akan kami proses. Namun, sejauh ini tindakan yang dilakukan anggota sudah sesuai standar pengamanan," katanya.

Mengenai rencana aksi unjuk rasa susulan yang akan dilakukan mahasiswa, Mahendra Jaya mengakui, polisi tetap akan memberikan pengawalan.

"Penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, sepanjang dilakukan sesuai koridor hukum," ungkap Wakapoltabes Samarinda tersebut.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Polri Minta Maaf kepada Masyarakat yang Terganggu Saat Demo

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, Polri meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu selama aksi demontrasi di beberapa lokasi di Jakarta, khususnya di depan Gedung DPR.

"Kami sampaikan permohonan maaf bagi masyarakat yang terganggu aktivitas dan perjalanan karena terjadi kemacetan," ucap Edward di Mabes Polri, Selasa (2/3/2010), ketika menyampaikan evaluasi demonstrasi hari ini.

Edward mengatakan, Polri berjanji dalam aksi demonstrasi berikutnya akan berusaha mengurangi dampak yang ditimbulkan dari pendemo. Polri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan tertib dan sesuai aturan.

"Namun, di antara pengunjuk rasa ada yang membawa atribut yang bercirikan kekerasan dan bahkan menggunakan alat-alat itu untuk melempari petugas. Bahkan, ada yang berupaya merobohkan pagar dengan diikat tali tambang lalu ditarik dengan kendaraan," jelasnya.

Polisi, tambah Edward, terpaksa menyemprotkan water canon dan menembakkan gas air mata ke arah pendemo karena kondisi massa yang di luar kontrol. "Pengunjuk rasa tadi memaksa masuk ke dalam gedung meskipun ada kesepakatan dengan pengamanan internal DPR, hanya perwakilan yang diperbolehkan masuk," jelasnya.

[kompas]

NEW VOUCHER
POLLING
Lulus sekolah bakal ngelanjutin kemana?
Kuliah
Kursus
Buka Usaha
Bantu Orang tua Dagang
Nganggur dulu
SHARE NETWORK