G

Guru

Guru, Jadilah Pembelajar Seumur Hidupmu, Hubungan Sekolah dan Lembaga Pendidikan Guru
05 March 2010

Guru, Jadilah Pembelajar Seumur Hidupmu

Kualitas pembelajaran yang luar biasa di sekolah harus berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran yang diperoleh guru itu sendiri sebagai pendidik di sekolah.

Demikian dikatakan oleh dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kebangkitan Nasional atau Sampoerna School of Education (SSE) Iwan Syahril dalam seminar bertema Building Common Understanding Between Teacher Education Institutions and School Communities on Teacher's Quality di Kampus SSE, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Untuk itu, lanjut Iwan, harus ditanamkan bahwa tidak akan cukup jika guru hanya terfokus pada knowledge for practise (pengetahuan secara teori), tetapi juga knowledge in practise (pengetahuan secara praktik), sehingga akhirnya guru memiliki knowledge of practise (gabungan pengetahuan teori dan praktik).

"Untuk memeroleh SDM guru yang berkualitas, ketiganya harus dijadikan siklus yang berlangsung secara aktif," ucap Iwan.

Seperti halnya pengetahuan, kata Iwan, dunia pendidikan bagi guru juga terus berkembang secara dinamis. Guru pun semakin dituntut untuk selalu adaptif terhadap semua perubahan yang terjadi tersebut, yang pada akhirnya, berkat kemajuan pengetahuan dan teknologi, posisi guru tak lagi hanya sebagai sentral pengetahuan.

"Sehingga guru harus menjadi pembelajar yang aktif, pembelajar seumur hidup," tambah Iwan.[kompas]

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Belum Harmonis, Hubungan Sekolah dan Lembaga Pendidikan Guru

Sampai sejauh ini belum terjadi hubungan yang harmonis dan menjadi sinergi yang nyata antara Lembaga Pendidikan Tenaga Guru (LPTK) dan sekolah-sekolah. Keduanya masih berjalan sendiri-sendiri, padahal sekolah merupakan tempat yang paling baik untuk membina calon guru yang dididik di LPTK.

Demikian dikatakan Ketua Sampoerna School of Education (SSE) Paulina Pannen dalam sambutan penandatanganan Nota Kesepahaman Program Pengalaman Mengajar (Professional Experience Sequence) di Sekolah-sekolah antara SSE dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Kampus SSE, Kamis (4/3/2010).

"Di tempat lain praktik di sekolah itu di nomor sekian, di sini para mahasiswa calon guru justru sudah harus praktik langsung sejak semester pertama. Kami memang ingin membiasakan calon guru dapat bereksplorasi bersama para guru sekolah untuk memecahkan masalah atau mencari ide-ide baru," ujar Paulina.

Menurutnya, seorang mahasiswa calon guru sudah harus bisa mempraktikkan proses-proses mengenal sekolah sejak awal kuliahnya. Mahasiswa harus berada di sekolah meski sekadar untuk membantu guru merekap nilai atau ditanya ini-itu oleh murid-murid. Sebab, lanjut Paulina, di situlah seorang calon guru mulai dapat mengenal dinamika di dalam kelas, baik itu sekolah umum maupun madrasah, baik sekolah negeri maupun swasta, bahkan di sekolah internasional.

"Satu sekolah maksimum hanya 10 mahasiswa, sementara kami punya 89 mahasiswa. Saat ini baru 8 sekolah di DKI yang telah bermitra, baik untuk tingkat SD sampai SMA," tambah Paulina.[kompas]

NEW VOUCHER
POLLING
Lulus sekolah bakal ngelanjutin kemana?
Kuliah
Kursus
Buka Usaha
Bantu Orang tua Dagang
Nganggur dulu
SHARE NETWORK